Mendengar dengan Sadar

Sesi Hening Bersama “HIDUP BERKESADARAN”

Hari, tanggal   : Sabtu, 10 Juni 2017

Pukul                : 14.00-16.00 WIB

Tempat             : Charisma Consulting

Saat mendengarkan, apakah kita benar-benar mendengarkan? Mendengar adalah salah satu aktivitas yang sangat sering kita lakukan tanpa benar-benar kita sadari karena berlangsung secara otomatis. Begitu otomatisnya kegiatan mendengar sehingga orang jarang menaruh perhatian pada apa yang didengar. Itulah sebabnya muncul peribahasa masuk telinga kiri dan keluar telinga kanan, yang menunjukkan kurangnya perhatian pada apa yang mampu ditangkap oleh indra pendengaran kita. Kita cenderung kurang menyadari suara-suara yang ada di sekitar kita. Sebagai contoh, saat siang hari suara berbagai kendaraan yang lalu lalang cenderung kita abaikan, sedangkan pada malam hari kita jarang menyadari suara berbagai binatang (seperti suara jangkrik, kodok, dll) di sekitar rumah.

Saat kita mendengarkan orang lain berbicara, kita cenderung sibuk berpikir terkait apa yang kita dengarkan dan apa yang membuat kita tidak menyimak isi dari informasi yang disampaikan oleh orang tersebut. Kita juga cenderung mendengarkan dengan penuh pemikiran, apakah pemberi informasi berbicara hal yang sesungguhnya, ada maksud apa di balik informasi yang disampaikan, dll. Tanpa disadari, kita sibuk memberikan penilaian atau memikirkan hal-hal di luar informasi yang disampaikan sehingga membuat kita tidak atau kurang memahami informasi yang diterima.

Tidak banyak pelatihan yang mengajarkan bagaimana caranya mendengarkan dengan baik dan apa manfaat dari mendengarkan. Selama ini, banyak pelatihan mengajarkan untuk berkomunikasi secara efektif melalui berlatih menyampaikan pesan/berbicara dengan baik. Padahal, komunikasi sejatinya tidak hanya melibatkan 1 arah, melainkan 2 arah. Saat berkomunikasi, ada pihak pemberi informasi dan ada juga pihak penerima informasi. Kita mendapatkan informasi dari mendengar, namun seringkali kita tidak menyadari ketika sedang mendengarkan sehingga informasi yang didapatkan diterima dengan tidak tepat, atau bahkan kita melewatkan informasi yang penting. Saat mendengar sambil memikirkan hal lain atau sibuk menganalisis kebenaran informasi yang didapatkan, maka kita akan kehilangan momen saat mendengarkan.

Belajar untuk mendengarkan dengan sadar berarti belajar untuk benar-benar menaruh perhatian pada apa yang kita dengarkan. Hanya mendengarkan saja, tanpa banyak menilai informasi yang kita terima. Benar-benar menikmati suara apapun yang mampu diterima oleh indra pendengaran kita.

listen.jpg

Berikut langkah-langkah latihan mendengar dengan sadar.

  1. Duduklah dalam posisi yang nyaman. Anda dapat duduk di kursi atau bersila di lantai.
  2. Duduklah dengan punggung, leher, dan kepala tegak menghadap ke depan. Bahu santai dan relaks.
  3. Letakkan kedua tangan di atas lutut dengan posisi telapak tangan menghadap ke atas.
  4. Pejamkan mata, agar pikiran tidak terlalu aktif.
  5. Sadari dan rasakan napas yang Anda hirup dan embuskan saat ini. Rasakan sejuknya udara yang Anda hirup mengalir masuk ke dalam lubang hidung, turun melewati tenggorokan, masuk ke paru-paru, dan perut Anda terasa mengembang. Rasakan hangatnya udara yang Anda embuskan mengalir dari paru-paru, naik melewati tenggorokan, keluar melalui lubang hidung dan rasakan perut Anda mengempis. Fokuskan perhatian Anda pada sensasi yang Anda rasakan di hidung, dada, perut, atau tubuh saat sedang bernapas.
  6. Apabila ada pikiran dan perasaan yang hadir dalam diri Anda, tidak apa-apa, hal tersebut wajar. Berikan waktu sebentar, izinkan pikiran dan perasaan tersebut hadir dalam diri Anda. Amati pikiran dan perasaan apa itu.Lalu, tersenyumlah.
  7. Perlahan-lahan, arahkan perhatian Anda kepada indra pendengaran atau telinga. Coba dengarkan suara-suara yang mampu ditangkap oleh telinga Anda. Dengarkan saja suara yang terdengar tanpa menilai, tanpa mencoba menganalisis, dan tanpa mencari-cari asal sumber suara. Jika ada pikiran yang muncul, amati pikiran tersebut, tersenyumlah, dan kembali sadari napas.
  8. Kembali arahkan perhatian pada suara yang mampu ditangkap oleh telinga Anda. Coba dengarkan suara yang paling keras di sekitar Anda. Dengarkan saja tanpa menilai. Lalu coba dengarkan suara yang paling lemah yang mampu Anda dengar di sekitar Anda. Kemudian coba dengarkan suara terjauh yang mampu Anda dengarkan. Dengarkan saja tanpa menilai. Kemudian arahkan perhatian pada suara yang paling dekat dengan Anda. Dengarkan saja tanpa menilai (beri waktu 5 menit).
  9. Perlahan-lahan sadari keberadaan Anda di sini-kini. Gerakkan jari-jari kaki dan tangan Anda. Bukalah kedua mata Anda secara perlahan.

“Sadar kalau tubuh sedang fit, saya dapat mendengar dengan sadar. Namun saat saya sedang mengantuk dan lelah, suara di sekitar terasa mengganggu dan biasanya saya tidak mampu mendengar apa yang disampaikan orang lain dengan baik.”

Annisa, Psikolog

“Saat berlatih menyadari yang mampu saya dengar, saya sangat menikmati suara anak-anak yang terdengar bahagia dengan aktivitas yang sedang mereka kerjakan.”

I Rai, Mahasiswa

“Saat berlatih mendengar, pendengaran saya terfokus pada suara anak saya yang semakin lama saya rasa kok semakin berisik, tidak bisa tenang. Suara ini yang mampu saya dengar.”

Yayuk, Ibu Rumah Tangga

“Selama ini telinga saya sering terasa sakit, namun saat saya berlatih mendengar dengan sadar dan menyadari bahwa telinga saya menangkap berbagai suara, sakit di telinga saya berangsur-angsur hilang. Seolah-olah sakit pada telinga saya adalah bentuk protes karena saya mengabaikan berbagai suara yang saya dengar”

Rangga, Karyawan Swasta

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s