Bernapas dengan Sadar

Sesi Hening Bersama “HIDUP BERKESADARAN”

Hari, tanggal  : Sabtu, 3 Juni 2017

Pukul               : 14.00-16.00 WIB

Tempat            : Charisma Consulting

Mindfulness (kesadaran) adalah menyadari pengalaman di sini-kini, menerima pengalaman –pikiran, perasaan, pancaindra, sensasi tubuh, dan perilaku– apa adanya tanpa menilai. Sering kali tanpa disadari, kita larut dalam pikiran dan perasaan kita sendiri. Ketika muncul perasaan bersalah, marah, sedih, atau kecewa, itu tanda bahwa kita cenderung hidup di masa lalu. Ketika muncul perasaan gelisah, takut, cemas, atau khawatir, itu tanda bahwa kita cenderung hidup di masa masa depan. Hal tersebut akhirnya membuat diri kita menjadi kurang hadir menikmati pengalaman saat ini dan juga kurang bersyukur atas apa yang dialami saat ini. Tubuh fisik kita memang hadir di sini, namun pikiran kita tidak hadir sepenuhnya di sini karena pikiran mengembara ke berbagai tempat, masa lalu, atau masa depan.

Benefits-Deep-Breathing-Featured1.png

Menerima apa adanya tanpa menilai berarti kita menerima apapun pikiran, perasaan, dan sensasi tubuh yang hadir dalam diri kita apa adanya. Tanpa disadari, kita cenderung menahan atau menolak pikiran, perasaan, atau sensasi tubuh tertentu yang kita alami. Kita cenderung menilai bahwa ketidaknyamanan dalam pikiran, perasaan, atau tubuh sebagai hal yang negatif. Dengan mindfulness, kita berlatih untuk menerima ketidaknyamanan dalam pikiran, perasaan, dan tubuh apa adanya.

Fokus mindfulness adalah dengan menyadari napas. Kita berlatih menyadari napas yang mungkin sering kali tidak disadari secara penuh. Bagaimana rasanya saat kita menghirup dan mengembuskan napas. Melalui mindfulness, kita berlatih menjadi “pengamat” atas pikiran, perasaan, dan sensasi tubuh yang kita alami saat ini. Ibaratkan diri kita adalah rumah, dengan pikiran dan perasaan sebagai tamu. Tamu dapat datang dan pergi secara silih berganti. Ketika mereka hadir, kita menerima mereka apa adanya dengan tersenyum, memberikan waktu sejenak dan mengizinkan mereka bertamu ke dalam rumah kita. Kemudian kita melepas mereka secara perlahan, mengizinkan mereka pergi dengan kembali menyadari napas kita saat ini.

Berikut langkah-langkah latihan bernapas dengan sadar.

  1. Duduklah dalam posisi yang nyaman. Anda dapat duduk di kursi atau bersila di lantai.
  2. Duduklah dengan punggung, leher, dan kepala tegak menghadap ke depan. Santai dan relaks.
  3. Letakkan kedua tangan di atas lutut dengan posisi telapak tangan menghadap ke atas.
  4. Pejamkan mata, agar pikiran tidak terlalu aktif.
  5. Sadari dan rasakan napas yang Anda hirup dan embuskan saat ini. Rasakan sejuknya udara yang Anda hirup mengalir masuk ke dalam lubang hidung, turun melewati tenggorokan, masuk ke paru-paru, dan perut Anda terasa mengembang. Rasakan hangatnya udara yang Anda embuskan mengalir dari paru-paru, naik melewati tenggorokan, keluar melalui lubang hidung dan rasakan perut Anda mengempis. Fokuskan perhatian Anda pada sensasi yang Anda rasakan di hidung, dada, perut, atau tubuh saat sedang bernapas.
  6. Apabila ada pikiran dan perasaan yang hadir dalam diri Anda, tidak apa-apa, hal tersebut wajar. Berikan waktu sebentar, izinkan pikiran dan perasaan tersebut hadir dalam diri Anda. Amati pikiran dan perasaan apa itu. Lalu, tersenyumlah.
  7. Perlahan-lahan, kembalikan fokus perhatian Anda kepada napas. Sadari dan rasakan napas yang Anda hirup dan embuskan saat ini. Fokuskan perhatian Anda pada sensasi yang Anda rasakan di hidung, dada, perut, atau tubuh saat sedang bernapas.
  8. Lakukan latihan ini selama 5 menit. Kemudian, perlahan-lahan sadari keberadaan Anda di sini-kini. Gerakkan jari-jari kaki dan tangan Anda. Bukalah kedua mata Anda secara perlahan.

Melalui latihan bernapas dengan sadar, kita berlatih untuk menyadari, mengenali, merasakan, dan mengamati bagaimana cara kita bernapas dan ritme napas kita saat ini. Tugas kita hanyalah bernapas dengan sadar. Menyadari apa yang kita alami –perasaan, pikiran, pancaindra, sensasi tubuh, dan perilaku– saat sedang bernapas. Bernapas dengan sadar dapat membantu kita untuk kembali menyadari bahwa kita hidup pada momen di sini-kini.

 

“Baru menyadari ternyata ketika saya bernapas, udara yang saya hirup terasa sejuk dan udara yang saya embuskan terasa panas. Merasakan juga kaki yang kesemutan”.

~Isti

“Saat menyadari napas, ternyata tulang belikat juga bergerak seperti membuka dan menutup seiring saya menghirup dan mengembuskan napas. Bahu dan leher terasa sakit saat di tengah latihan, namun setelah itu terasa lebih ringan”.

~Ida

“Baru pertama kali ketika berlatih menyadari napas, saya dapat merasakan apa yang ditangkap oleh indra pencecapan. Saya masih dapat merasakan kopi yang kemarin malam saya minum. Lalu pada indra penglihatan juga muncul visualisasi, saya melihat keluarga saya. Ada perasaan kangen untuk dipeluk orangtua”.

~Rangga, karyawan swasta

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s