Menerima Ketidaknyamanan

Sesi Hening Bersama

Hari & tanggal     : Sabtu, 22 April 2017

Tempat                 : Charisma Consulting

Saat berlatih meditasi, kata “menerima” sering kali disinggung dan digarisbawahi. Tidak henti-hentinya kita diingatkan untuk menerima, mulai dari menerima pikiran, perasaan, hingga sensasi yang sedang dirasakan oleh tubuh seperti rasa kesemutan ataupun sakit. Seiring dengan seringnya kita mendengar kata “menerima”, kita pun bertanya-tanya “Seperti apa sih sesungguhnya menerima itu?”

 Sejatinya, menerima adalah menyadari apapun yang muncul di dalam diri sebagai bagian dari diri kita. Saat berlatih menerima, kita pun belajar untuk tidak menolak atau menghindari hal-hal yang tidak nyaman bagi diri kita. Contohnya, mungkin kita pernah merasakan kesepian dan berusaha menolak perasaan tersebut dengan menyibukkan diri melakukan berbagai aktivitas. Saat berlatih menerima rasa kesepian, kita berlatih untuk menemui dan mengalami perasaan tersebut hadir kembali di dalam diri, bukan menolak atau menghindarinya. Kita memperlakuan perasaan tersebut dengan penuh penerimaan. Saat kita mampu menerima, sesungguhnya perasaan tersebut masih ada di dalam diri, namun kita tidak lagi merasa terganggu karenanya.

acceptance.jpg

Latihan menerima dimulai dengan mengakui bahwa diri ini sedang mengalami sesuatu (misal: pikiran atau perasaan negatif). Kemudian dilanjutkan dengan menerima hal tersebut sebagai bagian dari diri sendiri. Langkah terakhir adalah menerima diri yang belum dapat menerima hal yang sedang dialami saat ini (pikiran atau perasaan negatif). Melalui latihan menerima ketidaknyamanan, perlahan-lahan kita akan memahami bahwa segala sesuatu bersifat tidak tetap atau akan selalu berganti. Kita dapat menerima apapun yang muncul atau pengalaman yang terjadi dengan lebih terbuka serta mampu menghadapinya dengan lebih tenang dan bijak.

“Saya menyadari bahwa ketika saya menerima rasa sakit, bahu saya menjadi lebih rileks”

– Geby, Mahasiswi

“Ketika menerima, rasa sakit itu tetap ada, akan tetapi tidak mengganggu lagi karena merupakan bagian dari diri”

 – Midah, Mahasiswi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s