Bernapas dengan Sadar

Sesi Hening Bersama “HIDUP BERKESADARAN”

Hari, tanggal   : Sabtu, 1 April 2017

Pukul               : 14.00-16.00 WIB

Tempat            : Charisma Consulting

Napas adalah dasar kehidupan. Ketika kita bernapas dan jantung berdetak, maka kita hidup. Selama ini, kita bernapas secara otomatis. Kita tidak perlu berpikir keras dalam mengatur kerja otot dan organ pernapasan, kapan saat menghirup dan mengembuskan napas. Hal ini sering kali membuat diri kita menjadi tidak sadar ketika sedang bernapas. Bahkan, kita pun menjadi lupa untuk mensyukuri napas kita saat ini karena kita mampu bernapas dengan bebas dan lega. Kita baru menyadari bernapas adalah anugrah yang layak disyukuri saat kita sakit dan membutuhkan tabung oksigen atau saat pilek dan merasakan hidung tersumbat.

images (1).jpg

Bernapas dengan sadar berarti kita hanya benar-benar menyadari, mengenali, merasakan, dan mengamati bagaimana rasanya ketika kita sedang bernapas saat ini, di sini. Bagaimana rasanya saat udara yang kita hirup perlahan mengalir masuk melalui lubang hidung, turun melewati tenggorokan, masuk ke paru-paru hingga perut, serta merasakan dada dan perut mengembang. Kemudian, bagaimana rasanya saat udara yang kita embuskan perlahan mengalir keluar melalui lubang hidung, merasakan dada maupun perut kita mengempis. Hanya merasakan bagaimana cara kita bernapas dan ritme napas kita saat ini. Saat bernapas, ritme napas kita dipengaruhi oleh kondisi emosi dan juga aktivitas yang kita lakukan. Saat kita merasakan emosi yang tidak nyaman, maka napas pun akan terasa pendek dan sesak. Saat kita melakukan aktivitas yang cukup berat, maka napas pun akan terasa tidak teratur. Tidak lagi bernapas dengan napas perut (yang lebih sehat karena kapasitas oksigen yang masuk lebih banyak), namun beralih dengan napas dada. Namun sering kali, kita tidak menyadari bahwa hal tersebut kita alami saat ini.

Melalui latihan bernapas dengan sadar, kita akan berlatih hanya menyadari, mengenali, merasakan, dan mengamati cara kita bernapas dan ritme napas kita saat ini. Hanya menyadari, tanpa perlu menghakimi atau menilai bahwa cara bernapas kita saat ini salah karena masih bernapas dengan napas dada. Hanya mengamati, tanpa perlu memaksa diri untuk mengubah cara bernapas ke napas perut. Tugas kita hanyalah bernapas dengan sadar. Menyadari apa yang kita alami –baik perasaan, pikiran, sensasi atau reaksi tubuh, maupun perilaku– saat sedang bernapas. Bernapas dengan sadar dapat membantu kita untuk kembali menyadari bahwa kita hidup pada momen saat ini dan di sini, bukan hidup di masa lalu ataupun masa depan.

“Saat ini, saya jadi lebih sadar kalau sedang bernapas dengan napas perut. Rasanya lebih tenang. Ketika ada pikiran yang muncul, dapat kembali lagi menyadari kalau saat ini saya sedang bernapas”.

~Diah, mahasiswi

 

“Saat menyadari napas, perlahan-lahan tubuh terasa hangat dan nyaman”.

~Midah, mahasiswi

 

“Saat di awal latihan menyadari napas, rasanya jadi mengantuk. Namun saat di akhir latihan ketika membuka mata, badan terasa lebih segar dan rasanya seperti saat bangun tidur”.

~Arya, mahasiswa

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s