Istirahat

Hari, tanggal  : Sabtu, 25 Maret 2017

Pukul               : 14.00-16.00 WIB

Tempat            : Charisma Consulting

Pada masa kini, terasa mudah menemukan atau mendapatkan sesuatu karena kemajuan teknologi. Kondisi ini membawa kita pada keadaan yang serba instan dan praktis. Tanpa disadari orang berlomba-lomba untuk melakukan segala sesuatu dengan serba cepat, efisien, dan efektif. Seolah-olah hidup adalah laga perlombaan dimana yang lebih cepat akan memenangkan laga. “Aku ingin menjadi yang tercepat, termaju, dan terbaik dibandingkan yang lain”, sering kali berada di benak orang-orang pada masa kini.

download.jpgKondisi tersebut membuat kita tanpa sadar memaksa pikiran untuk bekerja secara terus-menerus serta tidak mengizinkan diri dan pikiran kita untuk beristirahat. Bahkan di saat kita berlibur atau di tempat tidur sekalipun, kita masih sibuk berpikir untuk mengingat kembali apa yang sudah dilakukan, atau merancang apa yang akan dilakukan. Ada pula yang justru merasa bersalah saat beristirahat, karena dengan beristirahat merasa diri tidak produktif. Secara tidak sadar kita menggunakan otak tanpa henti untuk berpikir termasuk saat seharusnya beristirahat.

Ber-”ISTIRAHAT” ibarat kata yang sudah lumrah kita dengar tanpa benar-benar memahami dan mengalami seperti apa istirahat yang sesungguhnya. Istirahat tidak hanya secara fisik, namun juga pikiran. Sesi hening “ISTIRAHAT” kali ini kita berlatih bagaimana mengistirahatkan diri baik fisik, pikiran, maupun emosi atau perasaan. Saat pikiran-pikiran muncul dengan liar, amati, tersenyumlah, dan katakan pada diri “Istirahat” lalu kembali menyadari posisi tubuh dan napas kita. Ini membantu kita untuk dapat menikmati momen saat ini, termasuk saat sedang beristirahat.

Saat berlatih istirahat, saya melihat berbagai pikiran yang muncul dalam diri, dan yang saya rasakan adalah kasihan/prihatin pada si pikiran. Saya selama ini tanpa sadar membiarkan dia terus-menerus bekerja tanpa henti”.

Dimas, Mahasiswa

Pada latihan kedua ini pikiran saya tidak seperti sebelumnya yang meloncat ke sana-sini, bahkan emosi yang tidak nyaman tidak lagi ada. Malahan, saya melihat pemandangan yang bergonta-ganti dan itu membuat saya tenang ”.

Zahira, Mahasiswi

Saat berlatih istirahat, saya menyadari bahwa selama ini saya tidak sepenuhnya beristirahat. Saya beristirahat dengan sibuk membawa pikiran-pikiran saya. Melalui latihan ini, saya disadarkan –jadi seperti ini to rasanya benar-benar beristirahat– Tubuh terasa ringan, otot mengendur, bahkan dapat jatuh tertidur, dan pada akhirnya kembali bangun dalam keadaan yang bugar walau baru beberapa menit mengistirahatkan tubuh dan pikiran saya”.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s