MENERIMA APA ADANYA

Hari, tanggal : Sabtu, 25 Februari 2017

Pukul               : 14.30-16.00 WIB

Tempat           : Charisma Consulting

Menerima apa adanya berarti kita menerima apa pun pengalaman, baik pikiran, perasaan/emosi, maupun sensasi tubuh, yang kita alami tanpa menghakimi atau menilainya. Pada umumnya tanpa kita sadari, ketika kita mengalami pengalaman yang tidak menyenangkan, kita cenderung menolak emosi-emosi tertentu hadir di dalam diri kita (misalnya: marah, kesal, sedih, kecewa, sakit, iri, takut, tertekan, cemas, khawatir, capai, malu, dsb.). Kita cenderung menghakimi atau menilai emosi tersebut sebagai emosi negatif.

Ibaratkan diri kita adalah rumah, dengan pikiran dan emosi sebagai tamu. Tamu dapat datang dan pergi tanpa kita sadari, silih berganti, datang lagi dan pergi lagi. Dengan menyadari bahwa diri kita adalah rumah, akan lebih mudah bagi kita untuk menerima mereka apa adanya dengan tersenyum, mengizinkan, dan memberikan waktu sejenak bagi mereka untuk bertamu sehingga apabila ada pikiran dan emosi yang datang, tidak apa-apa, hal tersebut wajar.

6360442009011107351502326657_accepting.jpgDengan latihan menerima, kita berlatih untuk mengistirahatkan pikiran kita dengan menerima pikiran dan emosi tersebut apa adanya, tidak ada yang baik atau buruk, benar atau salah, positif atau negatif. Kita berlatih untuk jujur kepada diri sendiri dengan mengakui bahwa saat ini memang ada pikiran dan emosi tertentu yang hadir di dalam diri kita. Setelah kita mengakuinya, akan lebih mudah bagi kita untuk menerima ketidaknyamanan yang ada di dalam diri kita saat ini. Selain itu, kita pun berlatih untuk menerima diri kita sendiri yang belum dapat sepenuhnya menerima ketidaknyamanan tersebut. Jadi, kita tidak hanya sebatas menerima pikiran dan emosi, namun juga menerima diri sendiri. Dengan berlatih menerima apa adanya, kita pun akan menjadi individu lebih terbuka dengan berbagai pengalaman hidup.

“Sekarang saya lebih paham. Konsep menerima saya selama ini belum tepat. Saya baru sampai menerima perasaan saya saja, belum menerima diri saya sendiri, itulah kenapa masih merasa tidak nyaman meskipun sudah mencoba menerima perasaan saya”

Tere, mahasiswi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s