Bersyukur

Gratitude

Life gets a whole lot easier, when I give up grab-itude for gratitude.” – Judith Froemming

Para sahabat seperjalanan dalam berproses, Terima kasih Anda sudah meluangkan waktu sejenak untuk membaca tulisan sederhana ini.

 “Apakah Anda menjalani hidup dengan begitu saja, tanpa mensyukuri setiap peristiwa yang Anda alami dalam hidup Anda?

Apabila pertanyaan di atas diajukan kepada saya, maka saya akan menjawab: Ya, diri saya yang dulu, menjalani hidup seperti itu. Hidup hanya berlalu saja tanpa pemaknaan yang berarti. Hanya hal-hal menyenangkan luar biasa saja lah yang mampu saya syukuri. Hingga akhirnya saya menyadari, bahwa saya telah melewatkan momen saat ini karena sibuk menunggu kejutan di masa depan untuk saya syukuri.

Ada rangkaian proses kehidupan yang saya lalui, mengajarkan saya untuk lebih menyadari momen saat ini, di sini dan kini (here and now). Satu hal yang hanya saya miliki saat ini adalah hari ini. Sejalan dengan quote Bill Keane: “Yesterday is history, tomorrow is a mystery. But today is a gift of God. That’s why it’s called present.

Diri saya yang dulu sibuk berlarut-larut dalam kesedihan, kekecewaan, kemarahan, perasaan bersalah, dan ketidakberdayaan akan masa lalu. Diri saya yang dulu juga sibuk berkejar-kejaran dengan ketakutan, kekhawatiran, kecemasan, dan kebingungan  ketidak jelasan akan masa depan. Saya tidak menyadari bahwa saya hidup pada masa kini. Saya tidak menikmati momen saat ini dan kurang bersyukur/berterima kasih atas apa yang Tuhan percayakan di hadapan saya saat ini, karena sibuk dengan emosi dan pikiran saya sendiri terkait masa lalu dan masa depan.

Hingga saat ini, saya masih terus belajar dan berproses untuk lebih menyadari momen saat ini dengan menikmati dan mensyukuri apa yang terjadi di sini dan kini. Tidak hanya mensyukuri pengalaman menyenangkan, namun juga mensyukuri pengalaman tidak menyenangkan. Saya belajar bahwa dengan mensyukuri setiap pengalaman yang saya alami membuat saya merasa lebih bahagia dan damai. Di awal proses latihan syukur, saya merasa sulit mensyukuri pengalaman tidak menyenangkan. Namunpower-of-gratitude-, saya memutuskan untuk tetap terus berlatih, hingga akhirnya saya merasa perlahan-lahan semakin mudah untuk mensyukuri pengalaman tidak menyenangkan. Saya mendapatkan pemaknaan baru yang lebih positif dan hal tersebut memperluas sudut pandang saya atas pengalaman tidak menyenangkan yang saya alami. Saya menjadi lebih mampu menerima apa pun yang saya alami saat ini apa adanya tanpa menghakimi, tidak lagi menggenggam erat namun lebih memilih untuk melepasnya.

Perasaan syukur membuat diri merasa lebih tercukupi atas apa yang telah Tuhan beri dalam hidup. Merasa cukup, tidak lagi berlomba-lomba mengumpulkan banyak materi atau pencapaian untuk membuat diri merasa lebih aman bersahabat dengan kehidupan. Tatkala perasaan cukup sudah hadir dalam diri, materi atau pencapaian yang nantinya berdatangan dalam kehidupan bagaikan kejutan yang berlimpah. Itulah kenapa rasa syukur selalu berdampingan dengan kelimpahan.

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s